Entri Populer

Rabu, 09 November 2011

makalah


JENIS DAN BENTUK KARANGAN

A.      PENDAHULUAN
Indonesia adalah Negara kesatuan kita yang dijaga, dihormati oleh masyarakatnya, Bangsa Indonesia yang beragam suku, budaya dan bahasa namun tetap satu bahasa nasional yaitu Bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa Indonesia. Sebagai mahasiswa sekaligus bagian dari bangsa Indonesia, sudah sepantasnya kita menjaga nilai-nilai dan makna yang terkandung dalam bahasa khususnya nilai-nilai yang terkandung dalam bahasa Indonesia. Semisal untuk menulis sesuatu karangan yang menarik kita perlu berfikir Sebuah karangan yang menarik,pertama kita harus tahu apa itu karangan beserta bentuk dan jenis-jenis karangan itu sendiri. Karena pada dasarnya jika kita menulis sebuah karangan maka mau tidak mau pasti akan tergolong pada suatu jenis karangan.
Dalam masalah ini, penulis mencoba membahasnya ke dalam “JENIS DAN BENTUK KARANGAN”.
 
B.       PEMASALAHAN
Dalam bahasa Indonesia begitu banyak macam dan bentuk kaidah-kaidahnya, diantaranya terdapat jenis karangan dan tidak sedikit diantara para pelajar yang mengerti benar tentang karangan dalam bahasa Indonesia, untuk menjelaskan masalah ini dapat dikemukakan kedalam pokok-pokok pembahasan sebagai berikut: 
1.    Pengertian dari karangan.
2.    Jenis-jenis karangan dan pengertianya
3.    Bentuk-bentuk atau ciri-ciri karangan.





C.      PEMBAHASAN
1.        Pengertian Karangan
Karangan merupakan karya tulis hasil dari kegiatan seseorang untuk mengungkapkan gagasan dan menyampaikanya melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk dipahami. Lima jenis karangan yang umum dijumpai dalam keseharian adalah narasi, deskripsi, eksposisi, argumentasi, dan persuasi.

2.        Jenis-Jenis Karangan dan Pengertianya
a.         Alasan (Argumentasi)
Argumentasi adalah karangan yang memberikan dalih untuk memperkuat pendapat/berita, menolak pendapat, meneguhkan pendirian, atau memberi gagasan. Karangan ini bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat/kesimpulan dengan data/fakta sebagai alasan/bukti. Dalam argumentasi pengarang mengharapkan pembenaran pendapatnya dari pembaca. Adanya unsur opini dan data, juga fakta atau alasan sebagai penyokong opini tersebut.
b.        Kisahan (Narasi)
Kata narasi dari bahasa inggris narration (cerita), narrative (yang menceritakan). Secara sederhana, narasi dikenal sebagai cerita. Pada narasi terdapat peristiwa atau kejadian dalam satu urutan waktu. Di dalam kejadian itu ada pula tokoh yang menghadapi suatu konflik. Ketiga unsur berupa kejadian, tokoh, dan konflik merupakan unsur pokok sebuah narasi. Jika ketiga unsur itu bersatu, ketiga unsur itu disebut plot atau alur. Jadi, narasi adalah cerita yang dipaparkan berdasarkan plot atau alur.
Tipe karangan narasi menurut Endang dipilah menjadi dua, karangan narasi yang berplot dan narasi factual. Karangan berplot adalah pandangan karangan tentang ppengalaman hidup sebagai factor menuangkan ide. Sedangkan karangan narasi factual adalah peristiwa penting dan berarti dalam sejarah yang objektif.[1]
Narasi dapat berisi fakta atau fiksi. Narasi yang berisi fakta disebut narasi ekspositoris, sedangkan narasi yang berisi fiksi disebut narasi sugestif. Contoh narasi ekspositoris adalah biografi, autobiografi, atau kisah pengalaman. Sedangkan contoh narasi sugestif adalah novel, cerpen, cerbung, ataupun cergam.
c.         Paparan (Ekposisi)
 Karangan ini berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan memberi informasi atau pengetahuan tambahan bagi pembaca. Untuk memperjelas uraian, dapat dilengkapi dengan grafik, gambar atau statistik. Sebagai catatan, tidak jarang eksposisi ditemukan hanya berisi uraian tentang langkah/cara/proses kerja. Eksposisi demikian lazim disebut paparan proses. Dan kata ekposisi berasal dari bahasa inggris exposition berarti membuka atau memulai.
d.        Perian (Deskripsi)
Deskripsi adalah karangan yang menggambarkan aktivitas yang sesuai dengan kondisi sebenarnya sehingga pembaca dapat mencitrai (melihat, mendengar, mencium, merasa) apa yang dilukiskan itu sesuai dengan citra penulisan. Kata deskripsi berasal dari bahasa ingris description bermakna melukisan.
e.         Ajakan atau Bujukan (Persuasi)
Persuasi adalah karangan yang memikat pembaca agar mengikuti harapan penulis dengan mengandalkan untaian bahasa ajakan.  Persuasi diilhami dari dari bahasa inggris to persuade bentuk infinitive, persuation bentuk noun berarti membujuk atau meyakinkan.

3.        Bentuk-bentuk atau ciri-ciri karangan
a.         Ciri-ciri karangan argumentasi:
Menjelaskan pendapat agar pembaca yakin sesuatu yang kita sampaikan.
Memerlukan fakta untuk pembuktian berupa gambar/grafik, dan lain-lain.
Menggali sumber ide dari pengamatan, pengalaman, dan penelitian.
Penutup berisi kesimpulan.
Langkah menyusun argumentasi:
1)   Menentukan topik/tema
2)   Menetapkan tujuan
3)   Mengumpulkan data dari berbagai sumber
4)   Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih
5)   Mengembangkan kerangka menjadi karangan argumentasi
b.        Ciri-ciri karangan narasi
-       Menonjolkan unsur perbuatan atau tindakan
-       Dirangkai dalam urutan waktu
-       Berusaha menjawab pertanyaan, apa yang terjadi?
-       Ada konfiks.
Langkah-langkah menulis karangan narasi
1)   Tentukan dulu tema dan amanat yang akan disampaikan.
2)    Tetapkan sasaran pembaca kita.
3)   Rancang peristiwa-peristiwa utama yang akan ditampilkan dalam bentuk skema alur.
4)   Bagi peristiwa utama itu ke dalam bagian awal, perkembangan, dan akhir cerita.
5)   Rincian peristiwa-peristiwa utama ke dalam detail-detail peristiwa sebagai pendukung cerita.
6)   Susun tokoh dan perwatakan, latar, dan sudut pandang

c.         Ciri-ciri karangan ekposisi
a.       Memaparkan definisi (pengertian).
b.      Memaparkan langkah-langkah, metode, atau cara melaksanakan suatu kegiatan.
Langkah-langkah menulis karangan ekposisi
1)   Menentukan tema
2)   Menentukan tujuan karangan
3)   Memilih data yang sesuai dengan tema
4)   Membuat kerangka-kerangka untuk mengembangkan karangan

d.        Ciri-ciri karangan deskripsi
Menggambarkan atau melukiskan sesuatu. Penggambaran tersebut dilakukan sejelas-jelasnya dengan melibatkan kesan indera. Membuat pembaca atau pendengar merasakan sendiri atau mengalami sendiri.
Langkah menyusun deskripsi:
1)   Tentukan objek atau tema yang akan dideskripsikan.
2)   Tentukan tujuan.
3)   Mengumpulkan data dengan mengamati objek yang akan dideskripsikan.
4)   Menyusun data tersebut ke dalam urutan yang baik (menyusun kerangka karangan).
5)   Menguraikan kerangka karangan menjadi dekripsi yang sesuai dengan tema yang ditentukan.

e.         Ciri-ciri karangan persuasi
Harus menumbuhkan kepercayaan pembaca, harus menciptaka persuasion antar pembaca dan panulis, harus menghindari konflik agar kepercayaan tidak hilang, harus fakta
Langkah-lankah menyusun persuasi
1.    Menentukan topik dan tujuan pembuatan karangan persuasi
2.    Membuat kerangka-kerangka persuasi
3.    Mengumpulkan bahan untuk karangan pesuasi
4.    Menarik kesimpulan pada karangan persuasi
5.    Penutup karangan persuasi






D.      PENUTUP
1.    Kesimpulan
a.    Karya tulis hasil dari kegiatan seseorang untuk mengungkapkan gagasan dan menyampaikanya melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk dipahami itulah yang dinamakan karangan.
b.    Karangan dibagi menjadi lima jenis: narasi, deskripsi, eksposisi, argumentasi, dan persuasi.

2.    Penutup
Demikianlah yang dapat kami sampaikan dalam membahas makalah ini. Semoga dapat menjadi bahan kajian , dapat menambah wawasan pemikiran kita. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun sangat kami harapkan dari para pembaca yang budiman.





REFERENSI

Endang Rumaningsih. 1993. Bahasa Indonesia. CV. Triadan Jaya : Semarang
Rosyid, Moh. 2010. Bahasa Indonesia Menuju Pengguna Bahasa yang Baik dan Benar. Idea Press : Yogyakarta


 


[1] Endang Rumaningsih. 1993. Bahasa Indonesia. C.V Triadan  jaya. Semarang hlm. 155.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar