JENIS DAN
BENTUK KARANGAN
A. PENDAHULUAN
Indonesia adalah Negara kesatuan kita yang dijaga, dihormati oleh
masyarakatnya, Bangsa Indonesia yang beragam suku, budaya dan bahasa namun
tetap satu bahasa nasional yaitu Bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa
Indonesia. Sebagai mahasiswa sekaligus bagian dari bangsa Indonesia, sudah
sepantasnya kita menjaga nilai-nilai dan makna yang terkandung dalam bahasa
khususnya nilai-nilai yang terkandung dalam bahasa Indonesia. Semisal untuk
menulis sesuatu karangan yang menarik kita perlu berfikir Sebuah karangan yang
menarik,pertama kita harus tahu apa itu karangan beserta bentuk dan jenis-jenis
karangan itu sendiri. Karena pada dasarnya jika kita menulis sebuah karangan
maka mau tidak mau pasti akan tergolong pada suatu jenis karangan.
Dalam masalah ini, penulis mencoba membahasnya ke dalam “JENIS DAN
BENTUK KARANGAN”.
B. PEMASALAHAN
Dalam bahasa Indonesia begitu banyak macam dan bentuk kaidah-kaidahnya,
diantaranya terdapat jenis karangan dan tidak sedikit diantara para pelajar
yang mengerti benar tentang karangan dalam bahasa Indonesia, untuk menjelaskan
masalah ini dapat dikemukakan kedalam pokok-pokok pembahasan sebagai
berikut:
1.
Pengertian dari karangan.
2.
Jenis-jenis karangan dan pengertianya
3.
Bentuk-bentuk atau ciri-ciri karangan.
C. PEMBAHASAN
1.
Pengertian Karangan
Karangan
merupakan karya tulis hasil dari kegiatan seseorang untuk mengungkapkan gagasan
dan menyampaikanya melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk dipahami. Lima
jenis karangan yang umum dijumpai dalam keseharian adalah narasi, deskripsi,
eksposisi, argumentasi, dan persuasi.
2.
Jenis-Jenis Karangan dan Pengertianya
a.
Alasan (Argumentasi)
Argumentasi adalah karangan yang
memberikan dalih untuk memperkuat pendapat/berita, menolak pendapat, meneguhkan
pendirian, atau memberi gagasan. Karangan
ini bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat/kesimpulan dengan data/fakta
sebagai alasan/bukti. Dalam argumentasi pengarang mengharapkan pembenaran
pendapatnya dari pembaca. Adanya unsur opini dan data, juga fakta atau alasan
sebagai penyokong opini
tersebut.
b.
Kisahan (Narasi)
Kata narasi dari bahasa inggris narration
(cerita), narrative (yang menceritakan). Secara sederhana, narasi
dikenal sebagai cerita. Pada narasi terdapat peristiwa atau kejadian dalam satu
urutan waktu. Di dalam kejadian itu ada pula tokoh yang menghadapi suatu
konflik. Ketiga unsur berupa kejadian, tokoh, dan konflik merupakan unsur pokok
sebuah narasi. Jika ketiga unsur itu bersatu, ketiga unsur itu disebut plot
atau alur. Jadi, narasi adalah cerita yang dipaparkan berdasarkan plot atau
alur.
Tipe karangan narasi menurut Endang dipilah menjadi dua,
karangan narasi yang berplot dan narasi factual. Karangan berplot adalah
pandangan karangan tentang ppengalaman hidup sebagai factor menuangkan ide.
Sedangkan karangan narasi factual adalah peristiwa penting dan berarti dalam
sejarah yang objektif.[1]
Narasi dapat berisi
fakta
atau fiksi. Narasi yang berisi fakta
disebut narasi ekspositoris, sedangkan narasi yang berisi fiksi disebut narasi
sugestif. Contoh narasi ekspositoris adalah biografi, autobiografi, atau kisah
pengalaman. Sedangkan contoh narasi sugestif adalah novel, cerpen, cerbung,
ataupun cergam.
c.
Paparan (Ekposisi)
Karangan ini berisi
uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan memberi informasi atau pengetahuan
tambahan bagi pembaca. Untuk memperjelas uraian, dapat dilengkapi dengan grafik, gambar
atau statistik.
Sebagai catatan, tidak jarang eksposisi ditemukan hanya berisi uraian tentang
langkah/cara/proses kerja. Eksposisi demikian lazim disebut paparan proses. Dan
kata ekposisi berasal dari bahasa inggris exposition berarti
membuka atau memulai.
d.
Perian (Deskripsi)
Deskripsi adalah karangan yang menggambarkan
aktivitas yang sesuai dengan kondisi sebenarnya sehingga pembaca dapat
mencitrai (melihat, mendengar, mencium, merasa) apa yang dilukiskan itu sesuai
dengan citra penulisan. Kata deskripsi berasal dari bahasa ingris description
bermakna melukisan.
e.
Ajakan atau Bujukan (Persuasi)
Persuasi adalah karangan yang memikat pembaca agar mengikuti
harapan penulis dengan mengandalkan untaian bahasa ajakan. Persuasi
diilhami dari dari bahasa inggris to persuade bentuk infinitive, persuation
bentuk noun berarti membujuk atau meyakinkan.
3.
Bentuk-bentuk atau ciri-ciri karangan
a.
Ciri-ciri karangan argumentasi:
Menjelaskan pendapat agar pembaca yakin sesuatu yang
kita sampaikan.
Memerlukan fakta untuk pembuktian berupa gambar/grafik, dan lain-lain.
Menggali sumber ide dari pengamatan, pengalaman, dan penelitian.
Penutup berisi kesimpulan.
Memerlukan fakta untuk pembuktian berupa gambar/grafik, dan lain-lain.
Menggali sumber ide dari pengamatan, pengalaman, dan penelitian.
Penutup berisi kesimpulan.
Langkah
menyusun argumentasi:
1)
Menentukan topik/tema
2)
Menetapkan tujuan
3)
Mengumpulkan data dari berbagai sumber
4)
Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik
yang dipilih
5)
Mengembangkan kerangka menjadi karangan
argumentasi
b.
Ciri-ciri karangan narasi
-
Menonjolkan unsur perbuatan atau tindakan
-
Dirangkai dalam urutan waktu
-
Berusaha menjawab pertanyaan, apa yang terjadi?
-
Ada konfiks.
Langkah-langkah menulis karangan narasi
1)
Tentukan dulu tema dan amanat yang akan
disampaikan.
2)
Tetapkan
sasaran pembaca kita.
3)
Rancang peristiwa-peristiwa utama yang akan
ditampilkan dalam bentuk skema alur.
4)
Bagi peristiwa utama itu ke dalam bagian awal, perkembangan,
dan akhir cerita.
5)
Rincian peristiwa-peristiwa utama ke dalam
detail-detail peristiwa sebagai pendukung cerita.
6)
Susun tokoh dan perwatakan, latar, dan sudut
pandang
c.
Ciri-ciri karangan ekposisi
a.
Memaparkan definisi (pengertian).
b.
Memaparkan langkah-langkah, metode, atau cara
melaksanakan suatu kegiatan.
Langkah-langkah
menulis karangan ekposisi
1)
Menentukan tema
2)
Menentukan tujuan karangan
3)
Memilih data yang sesuai dengan tema
4)
Membuat kerangka-kerangka untuk mengembangkan
karangan
d.
Ciri-ciri karangan deskripsi
Menggambarkan
atau melukiskan sesuatu. Penggambaran tersebut dilakukan sejelas-jelasnya
dengan melibatkan kesan indera. Membuat pembaca atau pendengar merasakan
sendiri atau mengalami sendiri.
Langkah
menyusun deskripsi:
1)
Tentukan objek atau tema yang akan
dideskripsikan.
2)
Tentukan tujuan.
3)
Mengumpulkan data dengan mengamati objek yang
akan dideskripsikan.
4)
Menyusun data tersebut ke dalam urutan yang baik
(menyusun kerangka karangan).
5)
Menguraikan kerangka karangan
menjadi dekripsi yang sesuai dengan tema yang ditentukan.
e.
Ciri-ciri karangan persuasi
Harus
menumbuhkan kepercayaan pembaca, harus menciptaka persuasion antar pembaca dan
panulis, harus menghindari konflik agar kepercayaan tidak hilang, harus fakta
Langkah-lankah menyusun persuasi
1.
Menentukan topik dan tujuan pembuatan karangan
persuasi
2.
Membuat kerangka-kerangka persuasi
3.
Mengumpulkan bahan untuk karangan pesuasi
4.
Menarik kesimpulan pada karangan persuasi
5.
Penutup karangan persuasi
D.
PENUTUP
1.
Kesimpulan
a. Karya tulis hasil dari
kegiatan seseorang untuk mengungkapkan gagasan dan menyampaikanya melalui
bahasa tulis kepada pembaca untuk dipahami itulah yang dinamakan karangan.
b.
Karangan dibagi menjadi lima jenis: narasi, deskripsi, eksposisi,
argumentasi, dan persuasi.
2.
Penutup
Demikianlah yang dapat kami
sampaikan dalam membahas makalah ini. Semoga dapat menjadi bahan kajian , dapat
menambah wawasan pemikiran kita. Oleh karena itu, saran dan kritik yang
membangun sangat kami harapkan dari para pembaca yang budiman.
REFERENSI
Endang Rumaningsih. 1993. Bahasa Indonesia.
CV. Triadan Jaya : Semarang
Rosyid, Moh. 2010. Bahasa Indonesia Menuju
Pengguna Bahasa yang Baik dan Benar. Idea Press : Yogyakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar